Bukittinggi, 22 Juli 2026 - Suasana di MTs Laboratorium UIN Bukittinggi belakangan ini terasa berbeda. Setiap sore, dari salah satu sudut madrasah, terdengar lantunan adzan yang diulang-ulang dengan penuh semangat. Rupanya, lima siswa kelas VII sedang bersiap-siap mewakili madrasah dalam Lomba Adzan tingkat Kota Bukittinggi sampai tingkat Nasional
Kelima siswa ini bukan dipilih asal-asalan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama pembina ekstrakurikuler keagamaan sudah melalui proses seleksi yang cukup teliti, mulai dari kejernihan suara, ketepatan makhraj dan tajwid, sampai kesiapan mental saat nanti tampil di depan juri.
Kepala MTs Laboratorium UIN Bukittinggi pun menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, lomba adzan bukan hanya soal menang atau kalah, tapi lebih kepada menumbuhkan kecintaan siswa terhadap syiar Islam sejak usia dini. "Yang paling penting itu anak-anak jadi terbiasa dan percaya diri melantunkan adzan, di mana pun dan kapan pun," ujar beliau.
Untuk mematangkan persiapan, kelima siswa ini rutin berlatih bersama, di antaranya:
Seluruh keluarga besar MTs Laboratorium UIN Bukittinggi pun turut mendoakan agar kelima siswa ini bisa tampil maksimal dan membawa pulang hasil yang membanggakan. Lebih dari sekadar prestasi, semoga semangat mereka bisa menular ke teman-teman lain untuk terus semangat belajar dan mendalami ilmu agama.

0 Komentar