Workshop ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan pendekatan kurikulum yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek emosional, spiritual, dan humanis siswa melalui pendekatan "berbasis cinta".
Para pemateri hebat yang membedah konsep dan implementasi kurikulum ini di antaranya:
-
Dr. Junaidi, S.Ag., M.Pd. – Mengupas tuntas materi mengenai Kebijakan dan Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, memberikan arah dasar bagi madrasah dalam memahami regulasi dan landasan berpikir di balik pendekatan ini.
-
Dr. Wedra Aprison, M.Ag. – Menyampaikan materi tentang Implementasi Kebutuhan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, yang berfokus pada langkah-langkah konkret penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan riil lingkungan madrasah.
-
Dr. Charles, S.Ag., M.Pd.I. – Mengulas materi mengenai Penguatan Karakter dan Budaya Madrasah dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), menekankan pentingnya membangun ekosistem madrasah yang berakhlak mulia dengan fondasi kasih sayang.
"Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan berarti mengesampingkan kedisiplinan, melainkan membangun disiplin itu sendiri di atas fondasi rasa saling menghargai, menyayangi, dan memahami potensi unik setiap peserta didik," ujarnya.
Kegiatan workshop ini direncanakan akan terus berlanjut hingga tanggal 11 Juni 2026 dengan agenda penyusunan bahan ajar, simulasi mengajar, dan evaluasi program yang siap diterapkan pada tahun ajaran baru.

0 Komentar